Rabu, 14 Agustus 2013
Cuci Celana tidak pakai deterjen!
Aktivitas pekerjaan di tambak atau sawah memang mengasyikkan, lumpur dan tanah terkadang suka menmpel di pakaian termasuk di celana. Kapan lagi bisa bersih , kalau pakaian kotor itu tidak di kopyok di tambak? Hal inilah yang menarik .....mencuci celana tapi tidak pakai sabun/deterjen!
Panen Tambak Bandeng Kadilangu Trangkil
Pada saat matahari masih berada di atas ubun-ubun, serombongan petambak/nelayan berangkat menuju kearah pesisir pantai utara Kabupaten Pati. Dengan mengendarai sepeda motor dengan menenteng berbagai peralatan , seperti seser, jaring dan kranjang.Terpaan angin laut terasa kering dan panas berhembus kala itu, hanya topi kecil yang menutupi kepala. Teriknya panah dari sinar matahari terasa membakar kulit hingga berwarna kelam hitam. Tambak yang berlokasi di desa Kadilangu, terlihat sepi dan lenggang. hanya terlihat satu-dua sepeda motor yang melintas membawa hasil tambak. maklumlah, hari itu adalah hari terakhir uimat muslim berpuasa. Dengan bantuan mesin pompa , air tambak dengan ukuran 15 X 75 meter dapat terkuras dalam waktu 5 jam. Terlihat beberapa jenis ikan yang ada di permukaan air tambak, misalnya Bandeng, Mujair, Udang, Rengke, dll. Jumlah hasil panen tambak kali ini memang belum memuaskan , yaitu sebesar 76 kg ikan Bandeng, dan 75 kg ikan mujair.
Gadis Jawa Pantai Utara
Senyuman manis yang tersungging di bibir seorang gadis jawa, memang cukup mengesankan. Hal ini merupakan daya tarik dan anugerah Illahi yang di miliki oleh gadis kampung yang ada di Pelosok desa Pantai Utara Jawa Tengah. Dengan warna kulit yang agak gelap, menunjukkan banyaknya aktifitas yang dilakukan di luar ruangan seperti juga warna kulit orang tuanya.
Seni Ukir Kayu Antik
Dengan sentuhan tangan seniman, sepotong kayu yang tidak terlalu bernilai dapat menghasilkan nilai tambah. Dengan alat pahat dan palu dari kayu, berbagai bentuk binatang dapat di ciptakan. Tentunya dengan sentuhan keahlian dan cita rasa seni yang tinggi.
Selasa, 13 Agustus 2013
MAKAM KUNO ISLAM KAJAR PATI
Pagi itu cuaca cukup dingin, walau matahari telah muncul di ufuk timur, maklum lah saat itu tiba musim kemarau(bulan Agustus 2013). Semilir angin yang menerpa dedaunan jati mengeluarkan suara berisik, mengantar langkah kaki beranjak dari rumah menuju pemakaman umun muslim di desa Kajar Kecamatan Trangkil Pati Jawa Tengah. Rombongan pejalan kaki ini dipimpin oleh saudara tertua (Hajjah SOEGATIK )yang di belakangnya di ikuti oleh pungawa-pungawa (anak,adik & keponakan)dengan membawa uba rampai bunga segar dan bunga yang mengeluarkan aroma harum (melati dan mawar). Walau jarak antara rumah dan makam cukup jauh, namun perjalanan ini terasa cepat dan singkat. Canda tawa dan keakraban diantara keluarga ini terasa hangat dengan gurauan dan cerita-cerita yang diucapkan sepanjang jalan. Seasampainya di depan pintu gerbang makam ini, ada sosok seorang yang cukup lanjut usia menyambut rombongan penyekar ini. Adalah mBah Sanah “njendil” julukannya masa mudanya, merupakan juru kunci makam desa ini. Tanggung jawab keamanan , penataan, dan kebersihan makam ini adalah tanggung jawab beliau ini. Di sudut gapura terlihat sapu lidi yang sudah using, arit dan ekrag, peralatan tersebut adalah sahabat setia sang juru kunci.
Selasa, 24 April 2012
Pentol Godi
Bangunan kuno ini terletak di bagian utara kota Pati Jawa Tengah. Bentuknya seperti pentol korek api, berdiri gagah di kanan kiri jalan masuk kota Pati atau pintu masuk kendaraan dari kota Tayu. Di sekitar lokasi terlihat ada pabrik kacang garuda, toko destro pakaian jadi, bengkel press body sepeda motor, toko helm , dll. Bila melewati jalan Dr. Susanto, gapura pentol godi inilah yang akan menyapa para tamu dan penduduk kota Pati. Sebetulnya ada 2(dua) bentuk gapuar yang berbentuk pentol korek api ini, adapun yang sepasang berdiri gagah di pintu masuk kota Pati di sebelah selatan(desa Mbaru). Sungguh menjadi bangunan yang unik kebanggan masyarakat yang pernah tinggal di Pati, demikian juga saya yang putra asli Pati .
Label:
Jl Dr. Susanto,
pati,
Pentol Godi
E-KTP
Merupakan suatu kebijakan pemerintah, bahwa setiap warga negara di Indonesia harus memiliki sebuah kartu Tanda Penduduk (KTP). Hal ini tidak terkecuali bagi Mbah Darmo Utomo (85 tahun) dan Mbah Sir'ati(77 tahun) yang sudah menginjak usia tua. Keduanya merupakan warga negara yang baik dan taat hukum. Walaupun jarak yang cukup jauh dari rumah menuju kantor Camat Trangkil Pati, mereka berdua datang untuk membuat E-KTP yang di buat secara massal. Terlihat beberapa petugas pencatat antrian dan petugas yang mengambil gambar/foto sangat antusias melayani warga masyarakat yang datang dari desa-desa di wilayah kecamatan Trangkil. Beberapa petugas memberikan layanan ekstra kepada manula, dengan memberikan prioritas untuk tidak antri terlalu lama. Inilah kebijakan yang patut di acung jempol dan masyarakat lainnya yang antri juga terlihat tidak keberatan dengan perlakuan khusus tersebut.
Label:
darmo utomo,
e ktp,
Kantor Camat,
Kecamatan Trangkil,
pati,
sir'ati
Langganan:
Postingan (Atom)
