SEJARAH SINGKAT KABUPATEN PATI
Sejarah yang terlacak di mulai dari akhir abad ke XIII sekitar tahun 1292 Masehi di Pulau Jawa vakum penguasa pemerintahan yang berwibawa. Kerajaan Padjadjaran di tanah Pasundan mulai runtuh, Kerajaan Singasari di sekitar kota Malang Jawa Timur surut, sedangkan pada waktu itu Kerajaan Majapahit di Trowulan Mojo kerto belum berdiri.
Terletak di pesisiri utara Pulau Jawa bagian Tengah sekitar timur Gunung Muria di daerah muncul penguasa yang mengangkat dirinya sebagai Adipati, wilayah kekuasaannya disebut kadipaten.
Ada dua penguasa lokal di wilayah itu yaitu. 1. Penguasa KADIPATEN PARANGGARUDA, Adipatinya bernama YUDHAPATI, wilayah kekuasaannya meliputi sungai Juwana ke selatan, sampai pegunungan Gamping Utara berbatasan dengan wilayah Kabupaten Grobogan(sekarang). Mempunyai putra bernama RADEN JASARI. 2. Penguasa Kadipaten CARANGSOKA, Adipatinya bernama: PUSPA ANDUNGJAYA, lokasi kratonnya di perkirakan di Majasemi ( Sekitar desa Karang Wage Kec Trangkil) wilayah kekuasaannya meliputi utara sungai Juwana sampai pantai Utara Jawa Tengah bagian timur. ADIPATI CARANGSOKA mempunyai seorang putri bernama RARA RAYUNGWULAN.
Kedua kadipaten inilah merupakan cikal bakal berdirinya kadipaten Pesantenan di desa Kemiri. Pada masa Adipati Tombronegoro terjadi pemindahan ibukota pemerintahan di pindah pada tanggal 7 Agustus 1323 dari desa Kemiri ke Desa Kaborongan namanya diubah menjadi Kadipaten Pati atau kabupaten Pati hingga saat ini.
Sumber: di olah dr berbagai sumber.
Selasa, 14 September 2010
Sejarah Pati
SEJARAH SINGKAT KABUPATEN PATI
Sejarah yang terlacak di mulai dari akhir abad ke XIII sekitar tahun 1292 Masehi di Pulau Jawa vakum penguasa pemerintahan yang berwibawa. Kerajaan Padjadjaran di tanah Pasundan mulai runtuh, Kerajaan Singasari di sekitar kota Malang Jawa Timur surut, sedangkan pada waktu itu Kerajaan Majapahit di Trowulan Mojo kerto belum berdiri.
Terletak di pesisiri utara Pulau Jawa bagian Tengah sekitar timur Gunung Muria di daerah muncul penguasa yang mengangkat dirinya sebagai Adipati, wilayah kekuasaannya disebut kadipaten.
Ada dua penguasa lokal di wilayah itu yaitu. 1. Penguasa KADIPATEN PARANGGARUDA, Adipatinya bernama YUDHAPATI, wilayah kekuasaannya meliputi sungai Juwana ke selatan, sampai pegunungan Gamping Utara berbatasan dengan wilayah Kabupaten Grobogan(sekarang). Mempunyai putra bernama RADEN JASARI. 2. Penguasa Kadipaten CARANGSOKA, Adipatinya bernama: PUSPA ANDUNGJAYA, lokasi kratonnya di perkirakan di Majasemi ( Sekitar desa Karang Wage Kec Trangkil) wilayah kekuasaannya meliputi utara sungai Juwana sampai pantai Utara Jawa Tengah bagian timur. ADIPATI CARANGSOKA mempunyai seorang putri bernama RARA RAYUNGWULAN.
Kedua kadipaten inilah merupakan cikal bakal berdirinya kadipaten Pesantenan di desa Kemiri. Pada masa Adipati Tombronegoro terjadi pemindahan ibukota pemerintahan di pindah pada tanggal 7 Agustus 1323 dari desa Kemiri ke Desa Kaborongan namanya diubah menjadi Kadipaten Pati atau kabupaten Pati hingga saat ini.
Sumber: di olah dr berbagai sumber.
Sejarah yang terlacak di mulai dari akhir abad ke XIII sekitar tahun 1292 Masehi di Pulau Jawa vakum penguasa pemerintahan yang berwibawa. Kerajaan Padjadjaran di tanah Pasundan mulai runtuh, Kerajaan Singasari di sekitar kota Malang Jawa Timur surut, sedangkan pada waktu itu Kerajaan Majapahit di Trowulan Mojo kerto belum berdiri.
Terletak di pesisiri utara Pulau Jawa bagian Tengah sekitar timur Gunung Muria di daerah muncul penguasa yang mengangkat dirinya sebagai Adipati, wilayah kekuasaannya disebut kadipaten.
Ada dua penguasa lokal di wilayah itu yaitu. 1. Penguasa KADIPATEN PARANGGARUDA, Adipatinya bernama YUDHAPATI, wilayah kekuasaannya meliputi sungai Juwana ke selatan, sampai pegunungan Gamping Utara berbatasan dengan wilayah Kabupaten Grobogan(sekarang). Mempunyai putra bernama RADEN JASARI. 2. Penguasa Kadipaten CARANGSOKA, Adipatinya bernama: PUSPA ANDUNGJAYA, lokasi kratonnya di perkirakan di Majasemi ( Sekitar desa Karang Wage Kec Trangkil) wilayah kekuasaannya meliputi utara sungai Juwana sampai pantai Utara Jawa Tengah bagian timur. ADIPATI CARANGSOKA mempunyai seorang putri bernama RARA RAYUNGWULAN.
Kedua kadipaten inilah merupakan cikal bakal berdirinya kadipaten Pesantenan di desa Kemiri. Pada masa Adipati Tombronegoro terjadi pemindahan ibukota pemerintahan di pindah pada tanggal 7 Agustus 1323 dari desa Kemiri ke Desa Kaborongan namanya diubah menjadi Kadipaten Pati atau kabupaten Pati hingga saat ini.
Sumber: di olah dr berbagai sumber.
Label:
Kemiri,
pati,
pesantenan,
tombronegoro
Rabu, 25 Agustus 2010
Anjing Menyusui

Anjing atau asu(bhs. jawa)merupakan hewan peliharaan yang termasuk penurut pada majikannya.Pada umumnya masyarakat memelihara anjing untuk membantu menjaga aset, rumah ataupun kebun. Sedangkan masyarakat di kajar Tarangkil Pati Jawa Tengah, binatang anjing memiliki banyak fungsi antara lain sebagai penjaga aset juga di latih untuk berburu hewan liar, misalnya babi hutan, landak, trenggiling, luwak, dll.Dalam perburuan babi Hutan penggunaan anjing sebagai pelacak dan pemburu dalam satu grup terdiri dari 4-8 anjing. Apabila memperoleh buruan, anjing memperoleh bagian daging yang bisa dikonsumsi hingga kenyang.
Dalam peradaban hidup manusia dari jaman dahulu hiongga sekarang binatang anjing selalu mewarnai kehidupan.
Minggu, 15 Agustus 2010
RUMAH JOGLO

Rumah merupakan pusat segala aktivitas bagi penghuninya. Demikian juga masyarakat yang tinggal di Pesisir utara panta Jawa ini, pada umumnya mendirikan rumah mengadopsi bentuk bangunan rumah yang khas. Ciri bangunan jawa adalah bentuk atap yang agak runcing dan menjulang tinggi dengan di topang oleh 4(empat) soko guru ini adalah disebut Rumah Joglo. Pada masa sekarang tinggal beberapa bangunan aja yang masih melestarikan bentuk rumah joglo ini, antara lain Rumah Bapak Nasikun, Ibu Karsini, dll.
Memiliki rumah joglo adalah bagi sebagian masyarakat jawa adalah suatu kebanggaan akan nilai-nilai artistik.
Sawah
Terlihat hamparan tanaman pertanian yang berwarna hijau merupakan anugerah yang sangat besar dari sang khalik kepada masyarakat tani di desa Kajar Tarangkil Pati. Di sebelah barat dengan di naungi oleh gunung Muria (1603 dpl) menambah keindahan pemandangan pada lokasi sawah ini. sebutan yang diberikan untuk lokasi sawah ini adalah Sawah Suwatu. Entahlah kapan dan siapa yang memberi nama tempat ini. yang pasti hingga saat ini masih memberikan hasil bumi yang melimpah kepada penduduk setempat. Beraneka macam tumbuhan yang di budidayakan, antara lain padi , jagung, kacang-kacangan dan tebu.
Apabila musim panen tiba, tempat ini menjadi sangat ramai, masyarakat tani datang berbondong-bondong bersama keluarga untuk memetik hasil sawahnya. Terlihat tukang dawet yang sedang berjualan asyik berjualan, anak-anak kecil berlarian diantara pematang dan dilahan kosong sisa panen.
Sungguh pemandangan yang indah dan damai, kehidupan desa yang ayem tentrem merupakan kenangan yang indah tak terlupakan.
GAPURA

Bentuk bangunan yang berdiri kokoh di pinggir jalan ini terletahk di Jl. Belik Soka Kajar Trangkil Pati Jawa Tengah. gaya arsitekturnya di adopsi dari gapura yang pernah dibangun pada masa kerajaan/kadipaten Pesantenan Pati. Ada beberapa unsur yang harus ada dalam bangunan gapura antara lain, bangunan harus setangkep atau ada 2 bagian yang sala bersebelahan. Bentuk dan ukurannya sangat mirip dan warna cat yang menyolok.Kelengkapan lain dari sebuah bangunan gapura adalah tulisan atau informasi. Misalnya tentang nama jala, komplek perumahan, nama lokasi/geografi dan lainnya.
Besar manfaatnya keberadaan bangunan ini selain sebagi media informasi juga memiliki nilai estetika.
Siwalan
Asal usul buah ini adalah dari hasil buah sebatang pohon lontar yang banyak tumbuh di pesisir pantai utara pualau jawa.Daging buah siwalan muda memiliki rasa yang khas lunak, lembut, kenyal ditengahnya terdapat cairan buah yang segar.Buah yang berwarna putih bening ini merupakan makanan yang khas di daerah Juwana, Rembang, lasem dan Tuban. Masyarakat pesisir pantura jateng dan jatim banyak membudidayakan tanaman lontar di pekarangan yang kosong dan di kebun. sealain buah muda yang bisa di panen juga air nira bisa di proses jadi minuman segar. Legen adalah produk olahan dari nira pohon lontar selain siwalan itu sendiri.
pemasaran buah ini banyak dijumpai di kota Juwana terutama di pasar Induk Juwana. Biasanya di kemas per kilogram dalam plastik transparan dengan harga Rp. 6.000. Sungguh siwalan ini adalah suatu pilihan buah eksotik yang hanya di jumpai di daerah pesisir pantura. Enak dan ngangeni....
Langganan:
Postingan (Atom)